Latar Belakang

The World Alliance for Breastfeeding Action (WABA) atau Aliansi Gerakan Menyusui Dunia dibentuk pada tahun 1991 berdasarkan hasil Innocenti Declaration yang diadakan pada satu tahun sebelumnya. WABA bertujuan untuk melindungi, mempromosikan, dan mendukung gerakan menyusui. Dalam rangka mempromosikan gerakan menyusui pada dunia, muncul usulan untuk menandai satu hari dalam kalender sebagai peringatan gerakan menyusui. Usulan ini kemudian berkembang menjadi satu pekan, yaitu pada 1-7 Agustus setiap tahunnya. World Breastfeeding Week  (WBW) atau Pekan ASI se-Dunia diperingati pertama kali pada tahun 1992. Hingga saat ini, Pekan ASI se-Dunia sudah melibatkan lebih dari 170 negara yang juga didukung oleh United Nation International Children’s Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO), Food and Agriculture Organization (FAO), dan International Pediatric Association (IPA). Pada tahun 2018 tema yang diusung adalah Breastfeeding: Foundation of Lifeatau, Menyusui sebagai Dasar Kehidupan. Tema ini diambil untuk mengingatkan bahwa menyusui menjadi salah satu penentu masa depan anak kelak. Hal yang menjadi fokus dalam WBW tahun 2018 adalah pencegahan malnutrisi dalam bentuk apapun, memastikan keamanan pangan terjamin dalam keadaan krisis sekalipun, dan memutus rantai kemiskinan.

Pengertian ASI Eksklusif

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian air susu ibu eksklusif, air susu ibu atau disingkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu. Sedangkan pengertian ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.

Pada tahun 2002 World Health Organization menyatakan bahwa “ASI eksklusif selama 6 bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Menyusui eksklusif adalah memberikan hanya ASI segera setelah lahir sampai bayi berusia 6 bulan dan memberikan kolostrum”. Berdasarkan Pasal 6 dalam peraturan pemerintah yang sama, setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya. Namun hal ini menjadi tidak berlaku jika terdapat indikasi medis, ibu tidak ada, atau ibu terpisah dari bayinya.

Akan tetapi, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, persentase tertinggi proses mulai menyusui anak pada umur 0-23 bulan adalah pada 1-6 jam (35,2%). Proses mulai menyusu pada satu jam pertama setelah lahir/ IMD hanya 34,5%. IMD mengalami peningkatan pada tahun 2018. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, proporsi IMD pada anak umur 0-23 bulan adalah 58,2%. Dari proporsi ini, yang melakukan IMD lebih dari 1 jam hanya 15,9%.

Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Kesehatan Ibu & Bayi

ASI eksklusif penting diberikan kepada bayi, sejak lahir sampai usia enam bulan. Bahkan, pemerintah mewajibkan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayi. Kewajiban itu tertuang dalam pasal 6 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, yang ditetapkan pada 1 Maret 2012. Anjuran pemerintah itu dibuat berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO). Ibu disarankan menyusui selama enam bulan penuh, demi menghindari alergi dan menjamin kesehatan bayi yang optimal.

ASI adalah sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir, yang mana sifat ASI (Air Susu Ibu) bersifat eksklusif sebab pemberiannya berlaku pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan. ASI dibutuhkan karena selama enam bulan pertama kehidupannya bayi belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna. Sehingga, bayi belum bisa mencerna makanan atau minuman selain ASI. Semua jenis nutrisi yang dibutuhkan bayi sudah terpenuhi dengan adanya ASI. Jadi, selama enam bulan pertama sejak dilahirkan, bayi sejatinya hanya membutuhkan ASI eksklusif tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. Dalam fase ini harus diperhatikan dengan benar mengenai pemberian dan kualitas ASI, supaya tidak mengganggu tahap perkembangan si kecil selama enam bulan pertama semenjak hari pertama kelahiran, mengingat periode tersebut merupakan masa periode emas perkembangan anak sampai menginjak usia 2 tahun.

Manfaat ASI Eksklusif Untuk Ibu dan Bayi

Pemberian ASI eksklusif bagi ibu menyusui memiliki manfaat, sebagai berikut :

  1. Mengatasi Rasa Trauma

Dapat menghilangkan trauma saat persalinan sekaligus dengan kehadiran buah hati pertama kalinya bisa menjadi penyemangat hidup seorang ibu. Pasca melahirkan biasanya ibu rentan mengalami baby blues syndrome, terlebih lagi hal tersebut biasanya terjadi pada sang ibu yang belum terbiasa bahkan tidak bersedia memberikan ASI eksklusifnya untuk bayi mereka. Namun dengan menyusui, secara perlahan rasa trauma pada ibu akan hilang dengan sendirinya dan ibu pun akan terbiasa menyusui bayinya.

2. Mencegah Kanker Payudara dan Ovarium

Menyusui juga memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan ibu, karena dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan juga payudara. Selain membuat kondisi kesehatan dan mental ibu menjadi lebih stabil, ASI eksklusif juga bisa meminimalkan timbulnya resiko kanker payudara. Sebab salah satu pemicu penyakit kanker payudara pada ibu menyusui ialah kurangnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi mereka sendiri.

3. Mengurangi Stress

Menyusui akan merangsang produksi hormon oksitosin yang bisa memuat Anda merasa rileks.

4. Mengurangi Perdarahan

Hormon oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu rahim berkontraksi. Hal ini bisa mengurangi risiko perdarahan rahim usai persalinan, sekaligus mempercepat kembalinya bentuk rahim seperti sebelum hamil.

5. Memperkuat Hubungan Ibu Dan Anak

Saat menyusui, ibu akan bersentuhan dengan kulit bayi dan saling bertatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan ibu dengannya.

6. Tubuh Lebih Cepat Langsing

Menyusui dapat membakar kalori. Kalori yang terpakai saat menyusui bisa membantu mengurangi berat badan setelah melahirkan. Namun hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

7. KB Alami

Ovulasi bisa terhambat ketika Anda memberikan ASI eksklusif. Metode ini disebut juga dengan metode amenore laktasi. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda disarankan untuk siap menyusuinya kapanpun ketika dia membutuhkan. Untuk memperkecil peluang hamil, ibu juga disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi yang aman selama menyusui.

Selain manfaat ASI bagi ibu, berikut adalah beberapa fakta penting yang perlu ibu ketahui tentang manfaat ASI bagi bayi:

  1. ASI Merupakan Sumber Nutrisi

ASI mengandung nutrisi yang penting bagi bayi. Salah satunya, sebagai sumber energi terbaik. Untuk bayi usia 6-12 bulan, ASI dapat memberikan setengah atau lebih dari kebutuhan energinya, sementara setelah memasuki usia  12-24 bulan sepertiga dari kebutuhan energinya bisa terpenuhi dari ASI. Selain itu, saat sakit ASI juga berperan penting sebagai asupan nutrisi bagi bayi. Bahkan, menurut informasi dari WHO, pemberian ASI secara eksklusif bisa kurangi angka kematian anak-anak yang kekurangan gizi.

2. Mendukung Kecerdasan Bayi

Dalam jangka panjang, pemberian ASI bisa mendukung bayi tumbuh menjadi anak yang cerdas. Berdasarkan penelitian yang dilansir WHO, anak yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung memiliki IQ yang lebih tinggi. Selain itu, semakin lama usia menyusui, juga berhubungan dengan berkurangnya risiko gangguan mental pada anak.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Pertama Bagi Bayi

Air susu ibu sering juga disebut sebagai “darah putih”, karena mengandung sel-sel yang berperan penting dalam melawan kuman-kuman jahat penyebab penyakit dan juga merupakan sistem imun pada saluran cerna bayi setelah lahir. Di dalam kandungan ASI, peneliti menemukan sel-sel yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh bagi bayi, di antaranya makrofag, limfosit, dan kolostrum. 

4. Mengurangi Risiko Obesitas Pada Bayi

Berdasarkan data dari WHO, di tahun 2013 diperkirakan ada 41,7 juta anak di dunia alami kelebihan berat badan yang berisiko memicu timbulnya penyakit. Salah satu cara untuk mencegah obesitas pada bayi adalah dengan memberikannya ASI. 

5. Mendapat Limpahan Kolesterol

Pada orang dewasa, kolesterol merupakan asupan yang tidak baik. Namun, itu tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya dan zat ini banyak ditemukan pada ASI.

6. Mengurangi Risiko Terjadinya Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS)

ASI eksklusif mampu mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat bayi tidur. Penelitian menunjukkan bahwa efek ASI dalam mengurangi risiko terjadinya SIDS baru akan terlihat jika ASI diberikan secara eksklusif minimal 2 bulan.

7. Tulang Bayi Lebih Kuat

Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih, memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali. Karena itu ASI eksklusif berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tulang bayi yang kuat.

Makanan Pendukung Untuk Ibu Menyusui

Kebutuhan nutrisi yang terpenuhi saat masa kehamilan sangat penting untuk menjaga asupan gizi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Namun, setelah melahirkan pun ibu tetap harus mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang lengkap karena saat melahirkan ibu banyak mengeluarkan darah dan tentunya membutuhkan nutrisi untuk membantu pembentukan darah lebih cepat. Selain itu, makanan nutrisi tinggi terutama yang mengandung kalsium juga penting untuk membuat ASI keluar lebih lancar. Memberikan ASI selama 6 bulan pertama usia sang buah hati merupakan pilihan tepat. Air susu ibu mengandung sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan bayi. Maka itu, ibu semestinya mengkonsumsi makanan bergizi demi menunjang kualitas ASI yang diproduksi. Berikut ini daftar 12 makanan sehat untuk ibu menyusui.

Dikutip dari Healthline, setiap ons atau sekitar 28ml ASI umumnya terdapat 19-23 kalori yang mengandung 3,6 hingga 4,8 persen protein, 28,8 hingga 32,4 persen lemak, dan 26,8 hingga 31,2 persen karbohidrat, serta sebagian besar laktosa. Nutrisi tinggi yang terkandung di dalam ASI berbanding sejajar dengan makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu.

Makanan sehat diperlukan oleh ibu menyusui agar air susu yang diproduksi juga sehat dan bernutrisi sehingga sangat baik untuk bayi. Lebih dari itu, makanan sehat juga dibutuhkan ibu sebagai sumber energi selama masa menyusui pada ibu. Berikut ini adalah lima jenis makanan yang bisa ibu menyusui konsumsi untuk menambah produksi ASI :

  1. Sayuran Hijau

Salah satu jenis makanan sumber galaktagog adalah sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, kale, daun katuk, dan daun jinten. Busui dianjurkan untuk makan 1-2 porsi sayuran berdaun hijau setiap hari. Selain galaktagog, sayuran hijau juga mengandung senyawa fitoestrogen yang serupa dengan hormon estrogen. Senyawa ini baik untuk mendukung produksi ASI.

2. Gandum Utuh Dan Oat

Gandum utuh dan oat memiliki kandungan serat yang tinggi. Selain bisa membuat ibu merasa kenyang lebih lama, mengonsumsi bubur gandum atau bubur oat juga dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI. Oat juga kaya zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia, penyebab menurunnya pasokan ASI yang umum terjadi pada ibu baru. Selain bubur oat, ibu juga bisa mencoba makanan lain berbahan dasar gandum, misalnya kue kering dan roti gandum.

3. Bawang Putih

Bawang putih diyakini bisa membantu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi akan menyusu lebih lama jika ibunya mengonsumsi bawang putih.

Menurut penelitian tersebut, bawang putih, bawang merah, maupun bawang bombay dapat membuat rasa ASI lebih enak, sehingga bayi akan menyusu lebih banyak. Semakin sering dan semakin lama bayi menyusu, produksi ASI juga akan makin meningkat. Meski begitu, ada juga yang mengatakan bahwa konsumsi bawang putih pada ibu menyusui dapat meningkatkan risiko bayinya mengalami kolik. Namun, pernyataan ini belum didukung oleh bukti yang kuat dan masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang almond, dan kacang kenari, juga baik dijadikan makanan penambah ASI. Selain mengandung serat yang baik untuk kesehatan pencernaan, kacang-kacangan juga mengandung protein, kalsium, dan zat besi yang dapat menambah produksi ASI.

5. Biji-bijian

Biji-bijian yang berkhasiat untuk memperbanyak ASI antara lain wijen, biji chia, dan biji rami atau flaxseed. Biji-bijian ini mengandung senyawa fitoestrogen yang baik untuk meningkatkan produksi ASI.

6. Susu Rendah Lemak

Susu adalah sumber kalsium yang cukup tinggi kandungannya dan juga lebih mudah untuk dicerna karena bentuknya cairan. Produk susu dalam bentuk yoghurt dan juga keju juga bisa jadi pilihan agar Ibu tidak bosan. Selain kalsium susu juga mengandung protein, vitamin B, serta vitamin D. Pilih susu rendah lemak untuk menjaga asupan kalori harian Ibu.

7. Telur

Telur adalah makanan sumber protein nabati dan juga lemak yang baik bagi ibu untuk membantu proses hidup sehat setelah melahirkan. Kandungan nutrisinya tidak hanya bisa melancarkan produksi ASI namun juga bisa tetap menjaga tubuh memiliki energi dan baik untuk otak bayi yang mendapatkannya dari ASI ibu.

8. Ikan Salmon

Dua kali dalam seminggu ibu bisa menambahkan ikan salmon ke dalam menu makanan. Ikan salmon merupakan sumber omega-3 dan kandungan lemak tak jenuh yang sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan juga menjaga kesehatan jantungnya.

9. Daging Sapi

Untuk meningkatkan kualitas ASI dan juga mengembalikan energi ibu setelah melahirkan  bisa mengonsumsi daging sapi dengan kandungan lemak yang rendah. Daging sapi juga mengandung protein, zat besi, serta vitamin B12 yang sangat penting bagi ibu menyusui.

Faktor Pendorong Untuk Mensukseskan Asi Eksklusif

Berikut ini adalah beberapa faktor untuk mendukung ASI tetap lancar selama masa menyusui:

  1. Cari Info Tentang ASI Sebanyak-banyaknya

Pada saat hamil, ibu sudah sigap mencari informasi sebanyak mungkin tentang segala keunggulan ASI untuk menimbulkan motivasi menyusui. Info tentang ASI bisa didapat lewat diskusi dengan ahli kebidanan, membaca buku atau majalah, atau mendatangi klinik-klinik laktasi. Dengan begitu, ibu siap memberikan ASI yang lancar pada bayi.

2. Belajar Posisi Menyusui Bayi Dengan Benar

Ibu sudah belajar cara menyusui yang benar. Pelajari di klinik laktasi, di internet banyak bertebaran cara menyusui yang tepat, juga cara menyusui yang kurang pas. Posisi ibu dan bayi yang benar penting sekali untuk keberhasilan menyusui. Kesalahan dalam posisi ini bisa menyebabkan puting lecet, peradangan pada payudara, atau bayi hanya mengisap udara karena cairan ASI tidak keluar.

3. Hindari Memberi Makanan Dan Minuman Selain ASI

Tidak memberi makanan atau minum apa pun selain ASI pada bayi yang baru lahir, kecuali ada indikasi medis. Jangan khawatir, bayi tidak akan sakit meski ASI belum diberikan pada hari-hari pertama kehidupannya. Dalam keadaan normal, cadangan tenaga dan air yang dibawa sejak lahir, cukup untuk pertahanan dirinya di hari-hari pertama selama proses menyusui belum mantap. Pemberian cairan lain justru akan membuat bayi malas menyusui. Semakin bayi enggan menyusu, maka produksi ASI akan menurun, sehingga kelak menjadi tidak lancar.

4. Pilih Rumah Sakit Pro-ASI

Untuk keberhasilan ASI eksklusif, saat persalinan, pilihlah rumah sakit yang melaksanakan kebijakan rawat gabung sehingga ibu dan anak bersama terus selama 24 jam. Di samping mempererat ikatan ibu dan anak sejak awal, hal ini juga membuat ibu dapat memberi ASI secara on demand (saat dibutuhkan). Keberhasilan memberikan ASI di awal akan menentukan lancarnya ASI di kemudian hari.

5. Siapkan Mental Agar ASI Lancar

Ibu sudah sangat siap secara fisik dan mental untuk menyusui. Naluri keibuan akan timbul pada saat ibu melihat bayinya. Rasa bahagia ingin menyentuh dan menyayangi akan membuat hormon oksitosin bekerja memproduksi ASI dan payudara siap mengeluarkan ASI yang banyak dan lancar.

6. Minta Dukungan Suami

Dukungan suami sangat menentukan sebab pemberian ASI eksklusif dan lancarnya ASI. Bahkan 50 persennya ditentukan pula oleh suami. Perlu diingat bahwa proses menyusui atau memberi makan bayi bukanlah urusan ibu semata. Suami pun harus membantu sehingga istri tak gelisah dan pikirannya tenang. Jika gelisah ASI tak bisa keluar. Cari suasana yang tenang saat menyusui.

7. Hindari Stres

Ibu yang sedang menyusui dianjurkan untuk tidak stres. Stres dan depresi mempengaruhi produksi ASI, sehingga hormon oksitosin tak  dapat mengeluarkan ASI secara optimal. Produksi ASI pun menjadi tidak lancar. Kalau ibu merasa relaks dan nyaman, ASI bakal lancar keluar. Itu sebabnya, dalam memberikan ASI harus di ruangan yang tenang, tak banyak mengobrol, boleh sambil mendengarkan musik yang relaks.

Daftar Pustaka

Adrian, d. K. (2020, Januari 13). https://www.alodokter.com. Retrieved Juli 21, 2020, from Alodokter: https://www.alodokter.com/ini-ragam-makanan-untuk-memperbanyak-asi

Awal Sehat Nestle. (2019, April 26). https://www.awalsehat.nestle.co.id. Retrieved Juli 21, 2020, from Awal Sehat Nestle: https://www.awalsehat.nestle.co.id/fakta-tentang-asi-yang-perlu-ibu-ketahui?&gclid=CjwKCAjwgdX4BRB_EiwAg8O8HSDIqjboL-b0bICl-2YVIF5km6VMFRHcWPVaSee68EYBErqPGbAYyxoCp6wQAvD_BwE

Fallahnda, B. (2019, Juli 03). https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id. Retrieved Juli 21, 2020, from Tirto. id: https://www.google.com/amp/s/amp.tirto.id/daftar-12-makanan-sehat-ibu-menyusui-yang-baik-untuk-asi-bayi-edxC

Faridatun, M. (2019, Agustus 31). https://www.haibunda.com. Retrieved Juli 21, 2020, from Hai Bunda: https://www.haibunda.com/menyusui/20190130195151-54-32016/pentingnya-asi-eksklusif-6-bulan-bagi-kesehatan-bunda-bayi

Imam, S. (2017, Desember 16). https://nakita.grid.id. Retrieved Juli 21, 2020, from Nakita. id: https://nakita.grid.id/amp/0220506/ternyata-ini-8-faktor-pendukung-asi-lancar-deras-dan-banyak?page=all

Kementerian Kesehatan Direktorat Promosssi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat. (2018, Agustus 15). http://promkes.kemkes.go.id. Retrieved Juli 21, 2020, from Promkes Kemkes: http://promkes.kemkes.go.id/manfaat-asi-eksklusif-untuk-ibu-dan-bayi#:~:text=Manfaat%20ASI%20eksklusif%20paling%20penting,mengonsumsi%20nutrisi%20apapun%20selain%20ASI

Perpustakaan Kita. (2019, Agustus 03). http://wawasankoe.blogspot.com. Retrieved Juli 21, 2020, from Wawasankoe: http://wawasankoe.blogspot.com/2019/08/pengertian-asi-ekslusif-manfaat-dan.html?m=1

Rachma Dania, I. N. (2019, Agustus 01). https://tirto.id. Retrieved Juli 21, 2020, from Tirto. id: https://tirto.id/sejarah-pekan-asi-sedunia-yang-diperingati-setiap-1-7-agustus-efqB

Ulfah, S. (2020, Juni 26). https://www.popmama.com. Retrieved Juli 21, 2020, from Pop Mama: https://www.popmama.com/pregnancy/birth/sarrah-ulfah/manfaat-asi-eksklusif-menurut-who

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.